Kenapa Hari Kiamat Dinamakan "Yaumud Din"?

Pernah kepikiran kenapa hari kiamat disebut Yaumud Din? Ini spesifik "hari pembalasan". Apa makna di balik nama ini? Yuk kita bedah!


Pertama: Din Itu Artinya Pembalasan

Ibnu Qutaibah dalam Gharib Al-Quran (1/39) menjelaskan:

وَيَوْمُ الدِّينِ: يَوْمُ الْقِيَامَةِ. سُمِّيَ بِذَلِكَ لِأَنَّهُ يَوْمُ الْجَزَاءِ وَالْحِسَابِ، وَمِنْهُ يُقَالُ: دِنْتُهُ بِمَا صَنَعَ، أَيْ جَازَيْتُهُ. وَيُقَالُ فِي مَثَلٍ: «كَمَا تَدِينُ تُدَانُ»
"Yaumud Din adalah hari kiamat. Disebut begitu karena hari pembalasan dan perhitungan. Dari akar ini muncul ungkapan: dintuhu bima shana'a (aku balas dia atas perbuatannya). Dan pepatah: kama tadinu tudan (sebagaimana kamu berbuat, begitu kamu dibalas)."

Kedua: Din Juga Bisa Berarti Agama

Imam Al-Maturidi dalam Ta'wilat Ahlis Sunnah (10/447) memberi perspektif lain:

بِالدِّينِ يَحْتَمِلُ أَنْ يَكُونَ أُرِيدَ بِهِ دِينُ الْإِسْلَامِ. وَالْأَصْلُ: أَنَّ الدِّينَ إِذَا أُطْلِقَ أُرِيدَ بِهِ الدِّينُ الْحَقُّ.
"Kata ad-din kalau disebut mutlak, biasanya yang dimaksud adalah agama yang benar, yaitu Islam."

Beliau juga menambahkan: "Bisa juga din artinya kebangkitan dan pembalasan, karena manusia dibalas sesuai amal mereka."


Ketiga: Hikmah Besar di Balik Nama Ini

Al-Maturidi (10/447) menjelaskan hikmahnya:

وَمَنْ بَنَى بِنَاءً وَلَمْ يَقْصِدْ بِبِنَائِهِ سِوَى أَنْ يَنْقُضَهُ وَيَهْدِمَهُ فَهُوَ سَفِيهٌ
"Siapa yang bangun rumah cuma buat dirobohkan? Itu namanya orang bodoh!"

Maka dengan mendustakan Yaumud Din, manusia seolah menuduh Allah menciptakan dunia tanpa tujuan selain untuk dihancurkan begitu saja.


Keempat: Din Juga Hari Dihinakan

As-Samarqandi dalam Bahrul Ulum (3/398) menambahkan:

وَإِنَّمَا سُمِّيَ يَوْمَ الدِّينِ لِأَنَّهُ يَوْمُ الْإِذْلَالِ وَالْهَوَانِ
"Dinamakan Yaumud Din karena itu adalah hari penghinaan dan kehinaan (bagi pendusta)."

Kelima: Allah Penguasa Mutlak Hari Itu

Ath-Thibi dalam Syarh Al-Misykat (6/1772) menjelaskan:

سَمَّى نَفْسَهُ ﴿مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ﴾ لِأَنَّ الْعَارِيَةَ مِنَ الْمُلْكِ وَالْمَالِكِ عَادَتْ إِلَى مَالِكِهَا
"Allah menyebut diri-Nya Maliki Yaumid Din karena semua kekuasaan yang dipinjamkan ke makhluk bakal balik ke Pemilik aslinya."

Keenam: Tiga Golongan di Hari Itu

As-Samarqandi (3/398-399) menyebutkan tiga golongan:

  • Al-Muqarrabin: Mendapat Rauh (rahmat/kehidupan abadi) dan Raihan (rezeki/wewangian/ketenangan).
  • Ash-habul Yamin: Mendapatkan keselamatan dari Allah.
  • Golongan Ketiga: Yang mendustakan, mereka mendapatkan kehinaan.

Kesimpulan

Yaumud Din artinya:

  • Hari Pembalasan: Semua dibayar lunas tanpa sisa.
  • Hari Agama: Standarnya cuma kebenaran Islam.
  • Hari Dihinakan: Bagi mereka yang sombong di dunia.
  • Hari Kepemilikan Mutlak: Semua kuasa kembali kepada Allah.

Wallahu a'lam,
Semoga bermanfaat,
Barakallah Fikum.....