Al-Maa'uun dan As-Suht

Fiqh al-Lughah karya Abu Manshur ats-Tsa'labi menulis dua kalimat pendek.

كُلُّ مَا يُسْتَعَارُ مِنْ قَدُومٍ أَوْ شَفْرَةٍ أَوْ قِدْرٍ أَوْ قَصْعَةٍ فَهُوَ مَاعُونٌ
كُلُّ حَرَامٍ قَبِيحِ الذِّكْرِ يَلْزَمُ مِنْهُ الْعَارُ كَثَمَنِ الْكَلْبِ وَالْخِنْزِيرِ وَالْخَمْرِ فَهُوَ سُحْتٌ
Fiqh al-Lughah karya Abu Manshur ats-Tsa'labi
Artinya: "Setiap yang biasa dipinjamkan: kapak, pisau, panci, atau mangkuk besar, itulah Maa'uun. Setiap harta haram yang buruk sebutannya dan mendatangkan aib, seperti uang hasil penjualan anjing, babi, dan khamar, itulah Suht."

Kita biasanya mengenal Maa'uun sebagai nama surat. Suht… bahkan jarang kita dengar.

Ternyata dua kata ini bukan sekadar istilah. Keduanya adalah ujian iman yang nyata dalam keseharian.


Al-Maa'uun (الْمَاعُونُ)

Ibnu Faris dalam Maqayis al-Lughah (5/335) bilang, akar katanya adalah م ع ن:

الْمِيمُ وَالْعَيْنُ وَالنُّونُ أَصْلٌ يَدُلُّ عَلَى سُهُولَةٍ فِي جَرَيَانٍ أَوْ جَرْيٍ أَو غَيْرِ ذَلِكَ
Maqayis al-Lughah (5/335)
Artinya: akar ini menunjukkan "kemudahan dalam mengalir, berjalan, atau selainnya".

Apa hubungan "air mengalir" dan "barang pinjaman"? Keduanya sama-sama soal mudah dan tidak ada hambatan. Air yang ma'iin mudah didapat. Maa'uun mudah dipinjamkan—tidak berat, tidak mahal, tidak merepotkan.

Dalam Al-Qur'an, Allah berfirman di surat Al-Maa'uun:

أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ. فَذَٰلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ. وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ. فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ. الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ. الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ. وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ
"Tahukah kamu orang yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak mendorong memberi makan orang miskin. Maka celakalah orang-orang yang shalat, yang lalai dari shalatnya, yang berbuat riya, dan menolak (meminjamkan) Al-Maa'uun." (QS. Al-Maa'uun: 1-7)

Allah menempatkan "menolak Maa'uun" sebagai salah satu ciri pendusta agama. Kenapa? Karena Maa'uun adalah ujian kecil yang mengungkapkan isi hati. Kalau tidak rela meminjamkan barang kecil, bagaimana mungkin rela bersedekah dengan harta yang lebih besar?


As-Suht (السُّحْتُ)

Akar katanya س ح ت. Ibnu Faris dalam Maqayis al-Lughah (3/143) menjelaskan:

السِّينُ وَالْحَاءُ وَالتَّاءُ أَصْلٌ صَحِيحٌ مُنْقَاسٌ. يُقَالُ سُحِتَ الشَّيْءُ، إِذَا اسْتُؤْصِلَ، وَأُسْحِتَ
Maqayis al-Lughah (3/143)
"Huruf Sin, Ha', dan Ta' adalah akar sahih yang terukur. Dikatakan: suhtia asy-syai', artinya sesuatu itu dilenyapkan sampai ke akar-akarnya, dimusnahkan."

Ibnu Faris menjelaskan lebih lanjut:

وَالْمَالُ السُّحْتُ: كُلُّ حَرَامٍ يَلْزَمُ آكِلَهُ الْعَارُ؛ وَسُمِّيَ سُحْتًا لِأَنَّهُ لَا بَقَاءَ لَهُ
Maqayis al-Lughah (3/143)
"Al-Maal as-Suht adalah setiap harta haram yang mendatangkan aib bagi pemakannya. Dinamai Suht karena ia tidak bertahan lama."

Ar-Raghib al-Ashfahani dalam Al-Mufradat (hlm. 399-400) menambahkan:

السُّحْتُ: الْمَحْظُورُ الَّذِي يَلْزَمُ صَاحِبَهُ الْعَارُ، كَأَنَّهُ يَسْحَتُ دِينَهُ وَمُرُوءَتَهُ
Al-Mufradat (hlm. 399-400)
"As-Suht adalah harta terlarang yang mendatangkan aib bagi pemiliknya. Seakan-akan ia melumat habis agama dan harga dirinya."

Uang haram itu seperti api. Membakar. Melahap. Tidak menyisakan apa-apa. Harga diri, ketenangan hati, keberkahan hidup… semuanya ikut musnah.

Nabi SAW bersabda:

"Setiap daging yang tumbuh dari Suht (harta haram), maka neraka lebih pantas baginya."

Dalam Al-Qur'an, Allah berfirman tentang orang-orang yang gemar memakan harta haram:

سَمَّاعُونَ لِلْكَذِبِ أَكَّالُونَ لِلسُّحْتِ
"Mereka itu adalah orang-orang yang suka mendengar berita bohong, banyak memakan Suht." (QS. Al-Ma'idah: 42)

Al-Qur'an menyandingkan antara pendengar kebohongan dan pemakan Suht. Karena biasanya, uang haram datang dari informasi palsu, dari kecurangan, dari suap, dari penipuan. Dua-duanya satu paket.


Jadi, apa kesimpulannya?

Dua kata ini adalah dua ujian harta yang saling bertolak belakang:

Al-Maa'uun : barang kecil yang mudah dipinjamkan. Ujiannya adalah pelit. Menolak meminjamkan panci atau ember kelihatan sepele, tapi di sisi Allah itu ciri pendusta agama.

As-Suht : harta haram yang membinasakan. Ujiannya adalah serakah. Uang cepat, mudah, tidak perlu kerja keras. Ini seperti api. Melahap pahala, melenyapkan berkah, menghancurkan harga diri. Hartanya tidak bertahan. Hatinya tidak tenang.