Al-Aal vs Al-'Itrah
Abu Hilal al-'Askari dalam Al-Furuq al-Lughawiyyah (hlm. 35) menulis:
الْآلُ: خَاصَّةُ الرَّجُلِ مِنْ جِهَةِ الْقَرَابَةِ أَوِ الصُّحْبَةِ. وَهُمُ الْأَهْلُ وَالْأَتْبَاعُ.
الْعِتْرَةُ: أَصْلُ الرَّجُلِ وَنِصَابُهُ. أَقْرِبَاؤُهُ الْأَدْنَوْنَ، نَسْلُهُ وَذُرِّيَّتُهُ وَبَنُو أَعْمَامِهِ.
Al-Furuq al-Lughawiyyah (hlm. 35-36)
Artinya: "Al-Aal adalah orang-orang terdekat seorang tokoh, baik dari sisi kekerabatan maupun persahabatan. Mereka adalah keluarga dan pengikut. Al-'Itrah adalah pangkal dan poros seseorang. Kerabat dekatnya, keturunannya, anak cucunya, dan anak-anak pamannya."
Al-'Itrah (الْعِتْرَةُ)
Ibnu Faris dalam Maqayis al-Lughah (4/217) bilang, akar katanya adalah ع ت ر:
الْعَيْنُ وَالتَّاءُ وَالرَّاءُ أَصْلٌ صَحِيحٌ يَدُلُّ عَلَى مَعْنَيَيْنِ، أَحَدُهُمَا الْأَصْلُ وَالنِّصَابُ، وَالْآخَرُ التَّفَرُّقُ
Maqayis al-Lughah (4/217-218)
Artinya: akar ini memiliki dua makna. Pertama: akar, pangkal, dan poros. Kedua: berpencar dan menyebar.
Dari makna pertama inilah 'Itrah sebagai "keturunan" lahir. Al-Khalil dalam Al-'Ain (2/63) menjelaskan:
عِتْرُ كُلِّ شَيْءٍ: نِصَابُهُ. وَعِتْرَةُ الْمِسْحَاةِ: خَشَبَتُهَا الَّتِي تُسَمَّى يَدَ الْمِسْحَاةِ. وَمِنْ ثَمَّ قِيلَ: عِتْرَةُ فُلَانٍ، أَيْ مَنْصِبُهُ
Al-'Ain (2/63)
"'Itr dari segala sesuatu adalah porosnya. 'Itrah sekop adalah gagangnya yang disebut pegangan sekop. Dari sinilah dikatakan: 'Itrah seseorang, artinya pangkal nasabnya."
Makna yang lebih indah lagi, disebutkan dalam Lisan al-'Arab (4/538):
"Al-'Itrah adalah akar pohon yang tersisa setelah ditebang."
Lisan al-'Arab (4/538)
Bayangkan pohon besar ditebang. Batangnya tumbang. Rantingnya patah. Daunnya berguguran. Namun akarnya masih di dalam tanah. Dari akar itulah nanti akan tumbuh tunas baru. Pohon baru. Kehidupan baru. Nah, itulah 'Itrah.
Abu Hilal al-'Askari dalam Al-Furuq al-Lughawiyyah (hlm. 36) mengutip beberapa pendapat ulama:
قَالَ الْمُبَرِّدُ: الْعِتْرَةُ الْمَنْصِبُ، وَمِنْهُ عِتْرَةُ فُلَانٍ أَيْ مَنْصِبُهُ
"Al-Mubarrad berkata: Al-'Itrah adalah pangkal (kedudukan). Dari sinilah 'Itratu fulan artinya pangkal nasabnya."
وَقَالَ بَعْضُهُمُ: الْعِتْرَةُ أَصْلُ الشَّجَرَةِ الْبَاقِي بَعْدَ قَطْعِهَا، قَالُوا: فَعِتْرَةُ الرَّجُلِ أَصْلُهُ
"Sebagian ulama berkata: Al-'Itrah adalah akar pohon yang tersisa setelah ditebang. Maka 'Itrah seorang lelaki adalah pangkalnya."
وَقَالَ غَيْرُهُ: عِتْرَةُ الرَّجُلِ أَهْلُهُ وَبَنُو أَعْمَامِهِ الْأَدْنَوْنَ
"Ulama lain berkata: 'Itrah adalah keluarga dan anak-anak paman yang terdekat."
Al-Aal (الْآلُ)
Al-Aal berasal dari akar أ و ل yang artinya kembali, merujuk, dan menjadi sandaran. Ibnu Faris dalam Maqayis al-Lughah (1/159) menjelaskan:
الْهَمْزَةُ وَالْوَاوُ وَاللَّامُ أَصْلٌ وَاحِدٌ، وَهُوَ الرُّجُوعُ
Maqayis al-Lughah (1/159)
"Huruf Hamzah, Waw, dan Lam adalah satu akar, yaitu kembali."
Al-Aal adalah orang-orang terdekat seorang tokoh: keluarga dekatnya, sahabat-sahabat setianya, para pengikutnya. Dalam shalawat, Allahumma shalli 'ala Muhammad wa 'ala Aali Muhammad mencakup seluruh pengikut setia beliau, baik kerabat darah maupun bukan.
Di Mana Bedanya?
Abu Hilal al-'Askari dalam Al-Furuq al-Lughawiyyah (hlm. 36) menyimpulkan:
فَهِيَ مُفَارِقَةٌ لِلْآلِ عَلَى كُلِّ قَوْلٍ، لِأَنَّ الْآلَ هُمُ الْأَهْلُ وَالْأَتْبَاعُ، وَالْعِتْرَةُ هُمُ الْأَصْلُ فِي قَوْلٍ، وَالْأَهْلُ وَبَنُو الْأَعْمَامِ فِي قَوْلٍ آخَرَ
Al-Furuq al-Lughawiyyah (hlm. 36)
"Al-'Itrah berbeda dengan Al-Aal dalam semua pendapat. Karena Al-Aal adalah kerabat dan pengikut. Sedangkan Al-'Itrah adalah pangkal (dalam satu pendapat), atau kerabat dekat dan anak paman (dalam pendapat lain)."
Kenapa Nabi Pakai Kata 'Itrah?
Dalam hadits Tsaqalain, Nabi SAW bersabda:
إِنِّي تَارِكٌ فِيكُمُ الثَّقَلَيْنِ: كِتَابَ اللَّهِ وَعِتْرَتِي أَهْلَ بَيْتِي
"Sungguh aku tinggalkan di antara kalian dua perkara berat: Kitabullah dan 'Itrah-ku, Ahl al-Bait-ku."
Mengapa Nabi menggunakan 'Itrah, bukan Aal? Karena 'Itrah adalah darah dan keturunan. Nabi ingin menekankan bahwa Ahl al-Bait, keluarga dekatnya, keturunannya, memiliki kedudukan istimewa.
Ibnu Manzhur dalam Lisan al-'Arab (4/538) mencatat perkataan Abu Bakar Ash-Shiddiq RA kepada Nabi SAW saat musyawarah tawanan Badar:
عِتْرَتُكَ وَقَوْمُكَ
"'Itrah-mu dan kaummu."
Lisan al-'Arab (4/538)
Yang dimaksud 'Itrah di sini adalah Al-Abbas dan Bani Hasyim,ckerabat dekat dari garis keturunan.
Bahkan dalam riwayat lain, Abu Bakar RA berkata:
نَحْنُ عِتْرَةُ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ الَّتِي خَرَجَ مِنْهَا وَبَيْضَتُهُ الَّتِي تَفَقَّأَتْ عَنْهُ
"Kami adalah 'Itrah Rasulullah SAW yang darinya beliau berasal, dan telur yang darinya beliau menetas."
Maksudnya: kami (Quraisy) adalah pangkal nasab Nabi. Dari kamilah beliau lahir. Kami adalah akar pohonnya.
Jadi, apa kesimpulannya?
Al-Aal : orang-orang terdekat, bisa kerabat, bisa pengikut setia. Cakupannya luas, mencakup siapa saja yang menjadi sandaran dan kembali kepada tokoh tersebut.
Al-'Itrah : pangkal, akar, dan keturunan darah. Spesifik pada nasab dan garis keturunan.
0 Komentar