Al-Aaniyah vs Az-Zharf
Abu Hilal al-'Askari dalam Al-Furuq al-Lughawiyyah 1/200:
Ternyata dalam bahasa Arab, tidak semua wadah itu sama. Ada wadah yang spesifik untuk makan-minum. Ada wadah universal yang menampung apa saja. Bahkan yang lebih mengejutkan: dari kata Zharf lahir makna "cerdas" dan "anggun". Kok bisa?
Al-Aaniyah
Bentuk tunggalnya: inaa' (إناء). Akar katanya: أ ن ي.
Ibnu Faris dalam Maqayis al-Lughah 1/141, menjelaskan akar ini punya empat cabang makna. Dua yang paling relevan: al-inaa yang berarti matang, dan al-inaa' yang berarti wadah.
Hubungannya? Makanan dimasak di panci sampai matang (aniya). Minuman dituang ke gelas sampai siap. Maka inaa' adalah "tempat di mana sesuatu menjadi matang dan siap dikonsumsi".
Ahmad Mukhtar Umar, Mu'jam al-Lughah al-'Arabiyyah al-Mu'ashirah 1/134:
Dalam Al-Quran:
Cakupannya spesifik: panci, piring, gelas, mangkok, sendok sayur. Semua yang berkaitan dengan dapur dan konsumsi.
Az-Zharf
Akar katanya: ظ ر ف.
Ibnu Faris, Maqayis al-Lughah 3/474:
Ahmad Mukhtar Umar, Mu'jam al-Lughah al-'Arabiyyah al-Mu'ashirah 2/1434:
Cakupannya jauh lebih luas: koper, lemari, gudang, kolam, rumah. Bahkan maknanya meluas menjadi "kondisi" atau "situasi", taghayyarat zhurufuhu artinya kondisinya berubah. Karena kondisi adalah sesuatu yang "mewadahi" hidup kita.
Dan dari akar yang sama lahir kata zhariif: orang yang cerdas, anggun, pandai bersikap. Imam ar-Razi dalam Mukhtar ash-Shihah 1/196:
Mengapa? Karena orang zhariif pikirannya luas seperti wadah. Akalnya menampung banyak ilmu, hatinya menampung kesabaran, sikapnya menampung keanggunan. Ia tidak sempit, tidak gampang tumpah.
Intinya
Al-Aaniyah spesifik: seputar dapur dan konsumsi. Az-Zharf universal: apa saja yang menampung, termasuk waktu, tempat, bahkan pikiran dan hati manusia.

0 Komentar