Al-Ghaib, Al-'Aurah, dan Al-'Iir
Fiqh al-Lughah karya Abu Manshur ats-Tsa'labi menulis tiga kalimat pendek.
كُلُّ مَا يُسْتَحْيَا مِنْ كَشْفِهِ مِنْ أَعْضَاءِ الْإِنْسَانِ فَهُوَ عَوْرَةٌ
كُلُّ مَا أُمْتِيرَ عَلَيْهِ مِنَ الْإِبِلِ وَالْخَيْلِ وَالْحَمِيرِ فَهُوَ عِيرٌ
Kita biasanya mengartikan Ghaib ya "hal mistis" atau "tidak ada". 'Aurah ya "bagian tubuh yang harus ditutup". 'Iir… bahkan jarang kita dengar.
Ternyata maknanya jauh lebih luas.
Al-Ghaib (الْغَيْبُ)
Ibnu Faris dalam Maqayis al-Lughah (4/403) bilang, akar katanya adalah غ ي ب:
Allah memuji orang-orang bertakwa:
Al-Ghaib di sini adalah segala yang tidak terlihat oleh indra, namun diimani keberadaannya.
Allah juga menyebut diri-Nya:
Hanya Allah yang tahu Ghaib secara mutlak. Dukun, tukang ramal, "orang pintar"… mereka hanya menduga-duga. Atau lebih buruk: berbohong.
Menariknya, kata ghaaba juga dipakai untuk matahari yang tenggelam: ghaabat asy-syams: matahari "menghilang".
Al-'Aurah (الْعَوْرَةُ)
Akar katanya ع و ر. Kata Ibnu Faris dalam Maqayis al-Lughah (4/184-186):
Dalam Al-Qur'an, Allah berfirman tentang kaum munafikin:
Di sini, 'Aurah berarti rumah yang tidak aman, mudah diserang, punya celah.
Al-'Iir (الْعِيرُ)
Akar katanya ع ي ر. Ibnu Faris dalam Maqayis al-Lughah (4/191-192) menjelaskan:
'Iir muncul dalam kisah Nabi Yusuf. Waktu beliau kecil, ada musafir yang menemukannya di sumur:
Para musafir ini datang bersama 'Iir (kafilah dagang) yang melintas. Mereka berhenti di sumur, dan menemukan Yusuf kecil.
Lalu di akhir kisah, ketika kafilah itu berangkat membawa baju Yusuf:
'Iir di sini adalah rombongan unta pembawa barang yang berangkat dari Mesir menuju Kana'an. Mereka bergerak, datang dan pergi, membawa rezeki dari satu negeri ke negeri lain.
Jadi, apa kesimpulannya?
Tiga kata ini mengajarkan kita tentang tiga realitas yang selalu hadir dalam hidup:
Al-Ghaib : l-'Aurah : Al-'Iir : yang tidak terlihat, namun tetap ada. Allah, malaikat, takdir, isi hati, semuanya Ghaib.
AAl-Ghaib : l-'Aurah : Al-'Iir : yang lemah, terbuka, dan perlu dilindungi.
Al-Ghaib : l-'Aurah : Al-'Iir : yang bergerak bolak-balik membawa rezeki. Dulu unta dan kuda, sekarang truk dan kontainer. Esensinya sama: rombongan yang terus berjalan, datang dan pergi.

0 Komentar