Kenapa Sih Namanya Muharram?
Pernah terpikir nggak kenapa bulan pertama Hijriah namanya Muharram?
Ternyata, di balik nama itu ada sejarah tentang "gencatan senjata", perubahan identitas, sampai gelar khusus dari Allah. Yuk, kita bedah pelan-pelan!
1. Arti Secara Bahasa?
Menurut Ar-Raghib, kata "Muharram" itu punya rasa bahasa yang unik. Beliau mencontohkan dari hal yang paling simpel:
√ Soal Kulit:
Artinya, kulit yang belum disamak itu disebut "Muharram".
Ibaratnya, barang ini masih "terlarang" atau belum siap dipakai sebelum diproses secara benar.
√ Soal Tempat & Waktu:
Sama kayak Tanah Haram (الحَرَمُ), dinamakan begitu karena Allah melarang banyak hal di sana yang biasanya boleh di tempat lain.
Begitu juga dengan Bulan Haram (الشهر الحرام). Kayak Muharram itu kayak jadi simbol sesuatu yang sangat disakralkan.
2. Alasan Sejarahnya?
Kalau kata Abu Ja'far, alasannya lebih ke urusan sosial-politik orang Arab zaman dulu:
Bedanya sama bulan setelahnya, Safar, yang artinya "kosong":
3. Biar Nggak "Diakali" Lagi?
Ibnu Katsir punya analisis yang lebih dalem. Katanya, penamaan ini buat penegasan:
Nama Muharram itu kayak stempel paten dari Allah: "Bulan ini suci, titik. Nggak boleh diotak-atik!"
4. Gelar Mewah?
Pernah dengar Ka'bah disebut Baitullah (Rumah Allah)?
Nah, Muharram juga punya gelar serupa. Ibnu Sidah mencatat:
5. Nama Aslinya Bukan Muharram?
Ini poin paling keren dari Imam as-Suyuthi. Ternyata, nama semua bulan Hijriah itu warisan zaman Jahiliyah, KECUALI Muharram.
Dulu di zaman Jahiliyah, Muharram itu namanya Ba'iq (بائق) atau Shafar al-Awwal. Pas Islam datang, Allah ganti namanya jadi Al-Muharram.
Bahkan Ibnu al-Jauzi mencatat daftar nama "jadul" bulan-bulan tersebut:
- Muharram (بائق)
- Safar (نقيل)
- Rabi'ul Awwal (طليق)
- Rabi'ul Akhir (تاجر)
- Jumadal Ula (أسلح)
- Jumadal Akhirah (افتح)
- Rajab (احلك)
- Sya'ban (كسع)
- Ramadhan (زاهر)
- Syawwal (بط)
- Dzulqa'dah (حق)
- Dzulhijjah (نعيش)
6. Pelajarannya?
Kita itu ternyata punya bakat terpendam jadi orang "Arab Jahiliyah".
Dulu mereka hobi custom kalender, bulan Muharram kadang dianggap suci, kalau lagi gatal pengen tawuran, mendadak status sucinya di-suspend.
Kayak kita sekarang, kalau lagi ada maunya, ibadah kenceng kayak mau jadi wali. Pas lagi pengen maksiat, prinsipnya, Tuhan kan Maha Pengampun.
والله أعلمُ بالصواب............
Semoga bermanfaat,
Barakallah Fikum.....

0 Komentar