Kenapa Guru Agama Dipanggil أُسْتَاذٌ?

Pernah penasaran nggak sih kenapa kita panggil guru agama atau pengajar dengan sebutan "Ustadz"?

Ternyata panggilan ini punya sejarah yang unik banget. Bukan cuma soal guru agama, ada fakta seru di balik kata ini. Yuk, kita bahas!

1. "Ustadz" Bukan Asli Bahasa Arab

Banyak yang ngira kata ini murni bahasa Arab dari zaman dulu. Kenyataannya, para ahli bahasa justru bilang kalau istilah ini asalnya dari luar. Dalam kitab Al-Ifsah fi Fiqh al-Lughah (hlm. 215), makna dasar "Ustadz" itu luas banget:

المعلّم، المقرئ، المدبّر، العالم
(pengajar, ahli qiraat, pengatur, dan orang berilmu)

Kamu tahu? Kitab itu tegas bilang kalau asalnya bukan Arab:

الأُسْتَاذُ… فَارِسِيٌّ مُعَرَّبٌ
(Ustadz itu kata Persia yang di-Arab-kan)

Artinya, kata ini diambil dari bahasa Persia, lalu dimodifikasi pelafalannya supaya pas dengan struktur bahasa Arab (mu'arrab).

2. Nggak Ditemukan di Puisi Arab Klasik

Salah satu cara ngetes keaslian kosakata Arab adalah dengan nyari di syair-syair Jahiliyah. Menariknya, kata "ustadz" sama sekali nggak muncul di sana:

وَلَا تُوجَدُ هَذِهِ الْكَلِمَةُ فِي الشِّعْرِ الْجَاهِلِيِّ
(Dan tidak ditemukan kata ini dalam syair Jahiliyah)

Secara struktur (morfologi) juga agak janggal. Kalau emang asli Arab, harusnya ada akar kata yang jelas, misalnya dari as-satdu. Tapi masalahnya, akar itu nggak dikenal dalam kamus Arab klasik:

وَلَوْ كَانَ اللَّفْظُ عَرَبِيًّا لَكَانَ الْوَاجِبُ أَنْ يَكُونَ اشْتِقَاقُهُ مِنَ السَّتْدِ، وَلَيْسَ ذَلِكَ بِمَعْرُوفٍ
(Seandainya lafaz ini Arab, seharusnya kata ini berasal dari akar as-satdu, padahal hal itu tidak dikenal)

Makanya kesimpulan Az-Zabidi dalam Taj al-‘Arus (9/418) tegas banget:

الأُسْتَاذُ: كَلِمَةٌ لَيْسَتْ بِعَرَبِيَّةٍ
(Ustadz: kata yang bukan berasal dari bahasa Arab)

3. Dari Profesi Teknis sampai Simbol Adab

Meski kata serapan, maknanya berkembang keren banget. Dulu, "ustadz" nggak cuma buat guru agama, tapi siapa aja yang ahli dan ngebimbing. Bahkan ada istilah Ustadz ad-Dar (pengawas istana). Karena perannya mendidik anak-anak dan ngebentuk karakter mereka, Az-Zabidi nyebut:

فَكَأَنَّهُ أُسْتَاذٌ فِي حُسْنِ الْأَدَبِ
(Seakan-akan dia adalah ustadz dalam hal urusan adab)

4. Makna Modern

Dalam kamus kontemporer Mu‘jam al-Lughah al-‘Arabiyah al-Mu‘ashirah (1/89), maknanya makin luas dan resmi. Bisa berarti pengajar ilmu atau seni secara umum:

مُعَلِّمٌ، مَنْ يُمَارِسُ تَعْلِيمَ عِلْمٍ أَوْ فَنٍّ
(Pengajar; orang yang menjalankan pengajaran suatu ilmu atau seni)

Ada juga ungkapan populer:

وَكَمْ مِنْ تِلْمِيذٍ فَاقَ أُسْتَاذَهُ
(Betapa banyak murid yang akhirnya melampaui gurunya)

Di kampus? Istilah ini dipake buat jenjang karier dosen:

  • Pertama: أُسْتَاذ مُسَاعِد (Ustadz Musa‘id) - Asisten Dosen.
  • Kedua: أُسْتَاذ مُشَارِك (Ustadz Musyarik) - Dosen Madya.
  • Ketiga: أُسْتَاذ كُرْسِيّ (Ustadz Kursi) - Profesor Tetap.
  • Keempat: أُسْتَاذ زَائِر (Ustadz Za’ir) - Dosen Tamu.

Bukan cuma itu, kata ini jadi gelar hormat buat para intelektual kayak penulis, penyair, sampai pengacara:

لَقَبُ احْتِرَامٍ يُطْلَقُ عَادَةً عَلَى الْمُثَقَّفِينَ مِنْ كُتَّابٍ وَشُعَرَاءَ وَمُحَامِينَ وَغَيْرِهِمْ
(Gelar kehormatan yang biasanya diberikan kepada kalangan intelektual seperti penulis, penyair, pengacara, dan selain mereka)

Termasuk juga buat orang yang mahir di bidang industri tertentu dan ngajarin ke orang lain:

مَاهِرٌ فِي صِنَاعَةٍ يُعَلِّمُهَا غَيْرَهُ
(Orang yang mahir dalam suatu bidang atau industri dan mengajarkannya kepada orang lain)

Yang paling unik, istilah ini masuk ke dunia akuntansi! Ada yang namanya Daftar al-Ustadz (Buku Besar/Ledger):

دَفْتَرُ الْأُسْتَاذِ: سِجِلُّ حِسَابَاتٍ يَوْمِيَّةٍ يُدَوِّنُ فِيهِ التَّاجِرُ الْعَمَلِيَّاتِ الْحِسَابِيَّةَ بِطَرِيقَةٍ مُنْتَظِمَةٍ
(Catatan akun harian tempat pedagang nulis transaksi keuangan secara teratur)

Kesimpulannya?

Intinya, perjalanan kata "Ustadz" ini ngajarin kita kalau bahasa itu super dinamis. Dari asalnya yang merupakan kata serapan Persia, hingga akhirnya "naik kelas" menjadi gelar kehormatan bagi para pemilik ilmu, ahli, dan adab, kata ini jadi punya kedudukan terhormat sampai sekarang, di lingkungan penutur Bahasa Arab maupun di tempat kita.

Semoga bahasan yang agak gado-gado ini tetap nempel di hati dan nambah wawasan kita semua tentang sejarah kata yang sering kita ucapkan setiap hari.

(Kalau ada yang kurang tepat, lekas kasih tau lewat DM ya....)

Semoga bermanfaat, barakallahu fikum!

Posting Komentar

0 Komentar