Kenapa Keadilan Disebut "Al-Qisth"?

Pernah dengar kata qisth (القسط)?
Dalam Al-Qur'an dan hadis, kata ini sering muncul. Dan uniknya, dalam bahasa Arab, keadilan dan kezaliman ternyata bersebelahan banget secara kata. Kok bisa?

Yuk kita bedah!


Qisth vs Qasth: Dua Kata yang Bertolak Belakang

Dalam bahasa Arab, keadilan disebut al-qisth (القِسْط) dengan huruf qaf yang dibaca kasrah (qisth). Namun ada juga loh kata al-qasth (القَسْط) dengan qaf yang dibaca fathah. Bedanya cuma harakat, kamu tahu? Ternyata artinya bertolak belakang seratus delapan puluh derajat.

Al-qasth (dibaca fathah) artinya kezaliman. Allah bilang dalam Al-Qur'an:

﴿وَأَمَّا الْقَاسِطُونَ فَكَانُوا لِجَهَنَّمَ حَطَبًا﴾
"Adapun orang-orang yang zalim (al-qasithun), maka mereka menjadi bahan bakar neraka Jahanam." (QS. Al-Jin: 15)

Sedangkan al-qisth (dibaca kasrah) artinya keadilan. Allah juga berfirman:

﴿وَأَقْسِطُوا إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ﴾
"Dan berlaku adillah (aqsithu). Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil (al-muqsithin)." (QS. Al-Hujurat: 9)

Jadi hati-hati, salah harakat bisa salah makna. Yang satu masuk surga, yang satu masuk neraka.

Abu 'Ubaid Al-Harawi dalam kitabnya Al-Gharibayn fi Al-Qur'an wa Al-Hadits (5/1540) menegaskan:

الإِقْسَاطُ وَالْقِسْطُ: الْعَدْلُ. فَأَمَّا قَسَطَ بِغَيْرِ أَلِفٍ فَهُوَ إِذَا جَارَ.
"Al-Iqsath dan al-qisth adalah keadilan. Adapun qasatha (tanpa alif tambahan) maka itu adalah jika ia berbuat zalim."

Terus Kenapa Keadilan Disebut Qisth?

Nah ini yang menarik. Para ulama bahasa menjelaskan beberapa alasan kenapa kata qisth dipilih untuk menggambarkan keadilan.

√ Pertama, Qisth Artinya Bagian atau Jatah

Dalam Lisan al-'Arab, Ibnu Manzhur menyebutkan:

الْقِسْطُ: النَّصِيبُ وَالْجُزْءُ.
"Al-Qisthu berarti bagian dan jatah."

Jadi ya... keadilan itu intinya adalah memberi setiap orang bagian yang menjadi haknya. Tidak kurang apalagi sampai nggak dikasih. Tidak juga melebih-lebihkan sehingga merugikan orang lain.

Keadilan itu tahu porsi. Tahu batas. Tahu mana yang menjadi hak seseorang dan mana yang bukan.

√ Kedua, Qisth Artinya Timbangan

Pernah dengar ayat ini?

﴿وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ﴾
"Dan Kami akan meletakkan timbangan-timbangan yang adil (al-mawazina al-qistha) pada hari kiamat." (QS. Al-Anbiya': 47)

Nah di sini Allah menyebut timbangan sebagai al-qisth. Kenapa? Karena dengan timbanganlah keadilan ditegakkan. Kalau timbangan curang, berarti keadilan hilang.

Al-Khattabi dalam kitab Gharib al-Hadits (1/684-685) menjelaskan:

وَسُمِّيَ الْمِيزَانُ قِسْطًا لِأَنَّ الْقِسْطَ الْعَدْلُ، وَبِالْمِيزَانِ يَقَعُ الْعَدْلُ فِي الْقِسْمَةِ.
"Dinamakan timbangan sebagai qisth, karena al-qisth itu sendiri adalah keadilan. Dengan timbangan, keadilan dalam pembagian bisa terwujud."

Makanya dalam urusan jual beli, Allah perintahkan kita pakai timbangan yang benar:

﴿وَأَقِيمُوا الْوَزْنَ بِالْقِسْطِ وَلَا تُخْسِرُوا الْمِيزَانَ﴾
"Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil (bil qisthi) dan janganlah kamu mengurangi timbangan." (QS. Ar-Rahman: 9)

Bahkan alat timbang yang paling akurat pun disebut al-qisthas:

﴿وَزِنُوا بِالْقِسْطَاسِ الْمُسْتَقِيمِ﴾
"Dan timbanglah dengan timbangan yang lurus (al-qisthasil mustaqim)." (QS. Al-Isra': 35)

Al-Harawi dalam Al-Gharibayn (5/1541) menambahkan:

وَالْقِسْطَاسُ: الْمِيزَانُ، وَيُقَالُ: هُوَ أَيُّ مِيزَانٍ كَانَ.
"Al-Qisthas adalah timbangan. Ada yang mengatakan: ini adalah semua jenis timbangan."

√ Ketiga, Qisth Artinya Lurus dan Tegak

Kata qisth juga mengandung makna sesuatu yang lurus, tidak bengkok, tidak miring. Al-Harawi dalam kitabnya Al-Gharibayn (5/1540) menjelaskan:

الْعَدْلُ مَا قَامَ فِي النُّفُوسِ أَنَّهُ مُسْتَقِيمٌ لَا يُنْكِرُهُ مُمَيِّزٌ.
"Keadilan adalah sesuatu yang tertanam dalam jiwa yang harus lurus dan tidak diingkari oleh orang yang punya akal sehat."

Makanya dalam Al-Qur'an, Allah menggunakan kata aqsathu yang artinya lebih adil atau lebih lurus:

﴿ذَلِكُمْ أَقْسَطُ عِنْدَ اللَّهِ﴾
"Yang demikian itu lebih adil (aqsathu) di sisi Allah." (QS. Al-Baqarah: 282)

Hadis tentang Qisth yang Sering Bikin Penasaran

Nabi Muhammad SAW bersabda dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Muslim:

«إِنَّ اللَّهَ لَا يَنَامُ وَلَا يَنْبَغِي لَهُ أَنْ يَنَامَ، وَلَكِنَّهُ يَخْفِضُ الْقِسْطَ وَيَرْفَعُهُ»
"Sesungguhnya Allah tidak tidur, dan tidak patut bagi-Nya untuk tidur. Tetapi Dia menurunkan al-qisth dan mengangkatnya."

Nah kata al-qisth di sini ditafsirkan para ulama dengan beberapa makna. Namun yang paling terkenal, al-qisth di sini artinya timbangan. Maksudnya, Allah menurunkan timbangan dan mengangkatnya sesuai dengan apa yang ditimbang. Ada amal hamba yang naik, ada rezeki yang turun. Semua diukur dengan timbangan keadilan-Nya.

Ibnu Qutaibah dalam Al-Masa'il wal Ajwibah (1/199-200) menjelaskan panjang lebar:

أَرَادَ أَنَّ اللَّهَ جَلَّ وَعَزَّ يَخْفِضُ الْمِيزَانَ بِالْقِسْطِ، وَيَرْفَعُهُ بِمَا يُوزَنُ مِنْ أَعْمَالِ الْعِبَادِ الْمُرْتَفِعَةِ إِلَيْهِ وَيُوزَنُ مِنْ أَرْزَاقِهِمُ النَّازِلَةِ مِنْ عِنْدِهِ.
"Yang dimaksud adalah bahwa Allah menurunkan timbangan dengan keadilan, dan mengangkatnya dengan apa yang ditimbang dari amal-amal hamba yang naik kepada-Nya, dan dari rezeki mereka yang turun dari sisi-Nya."

Beliau juga menambahkan perumpamaan yang menarik:

وَالْقِسْطَارُ إِذَا وَزَنَ بِالشَّاهَيْنِ خَفَضَ يَدَهُ وَرَفَعَهَا، وَإِنَّمَا هَذَا تَمْثِيلٌ لِمَا يُقَدِّرُهُ ثُمَّ يُنَزِّلُهُ.
"Seperti tukang timbang yang menimbang dengan anak timbangan, dia turunkan tangannya dan dia angkat. Ini hanyalah perumpamaan bagi apa yang Allah tetapkan lalu turunkan."

Al-Baghawi dalam Syarh As-Sunnah (1/174) menambahkan penafsiran lain:

وَقِيلَ: أَرَادَ بِالْقِسْطِ: الرِّزْقَ الَّذِي هُوَ قِسْطُ كُلِّ مَخْلُوقٍ، يَخْفِضُهُ مَرَّةً فَيُقْتِرُهُ، وَيَرْفَعُهُ مَرَّةً فَيَبْسُطُهُ.
"Ada yang mengatakan: yang dimaksud dengan al-qisth adalah rezeki yang menjadi bagian setiap makhluk. Dia menurunkannya sekali waktu sehingga menyempitkan, dan mengangkatnya sekali waktu sehingga melapangkan."

Hubungan Makna Qisth dengan Keadilan

Kalau kita kumpulkan semua penjelasan di atas, jadi jelas kenapa keadilan disebut al-qisth:

  • Pertama, karena keadilan itu memberi bagian yang tepat (nashib) kepada setiap orang yang berhak.
  • Kedua, karena keadilan itu tegak dengan timbangan (mizan) yang benar dan akurat.
  • Ketiga, karena keadilan itu lurus (mustaqim), tidak bengkok dan tidak memihak kecuali kepada kebenaran.

Kesimpulan: Dua Kata yang Saling Berkebalikan

Jadi kesimpulannya, kenapa keadilan disebut al-qisth?
Karena al-qisth itu mengandung tiga makna yang semuanya berkaitan erat dengan keadilan:

  • bagian yang menjadi hak seseorang,
  • timbangan yang tepat,
  • dan kelurusan yang tidak bengkok.

Keadilan itu memberi bagian yang tepat, dengan ukuran yang benar, secara lurus tanpa memihak kecuali kepada kebenaran.

Dan menariknya, dalam bahasa Arab, keadilan dan kezaliman itu hanya beda harakat. Qisth dengan kasrah jadi adil, qasth dengan fathah jadi zalim. Mungkin ini pengingat buat kita bahwa kadang keadilan dan kezaliman itu tipis banget bedanya. Bisa tergantung dari niat, bisa tergantung dari cara, bisa juga tergantung dari seberapa lurus kita menjalankannya.

Semoga kita semua termasuk orang-orang muqsithun, yang berlaku adil, yang dicintai Allah. Aamiin.

Wallahu a'lam,
Semoga bermanfaat,
Barakallah Fikum....