Kenapa Sih Mutiara Disebut "لُؤْلُؤ" (Lu'lu')?

Yuk, kita bahas santai pakai penjelasan dari kamus-kamus bahasa Arab klasik yang legendaris.

Asal-Usul Nama "Lu'lu'"

Nama "لُؤْلُؤ" itu melekat pada mutiara karena satu sifat yang paling "wah", apa itu? Karena mutiara punya kilauan unik yang kelihatan kayak bergetar.

Penjelasan detailnya gimana?

Dari Akar Kata "ل أ ل أ" (L-A-L-A):

Ibnu Faris dalam Maqayis al-Lughah (5/199) bilang kalau akar kata ini makna dasarnya adalah:

"وَأَمَّا اللَّامُ وَالْهَمْزَةُ فَيَدُلُّ عَلَى صَفَاءٍ وَبَرِيقٍ"
(Huruf Lam dan Hamzah itu menunjukkan kejernihan dan kilauan).

Kata kerja "لَأْلَأَ" (la'la'a) itu artinya:

  • Bersinar atau berkedip (kayak bintang, kilat, atau api).
  • Sesuatu yang bergerak atau bergetar sambil memancarkan cahaya.

Hubungannya sama Mutiara?

Mutiara disebut "لُؤْلُؤ" karena dia itu "تَلَأْلَأُ" (tala'la'u). Kata Ibnu Faris dalam Maqayis al-Lughah (2/256):

"سُمِّيَ بِذَلِكَ لِاضْطِرَابٍ يُرَى فِيهِ لِصَفَائِهِ، كَأَنَّهُ مَاءٌ يَضْطَرِبُ"
(Dinamakan begitu karena ada kesan "gerakan" di dalamnya saking jernihnya, seolah-olah ada air yang lagi goyang-goyang di dalam mutiara itu).

Al-Zabidi dalam Taj al-‘Arus (1/411) juga setuju:

"لألأ: (اللؤلؤ) ... سُمِّيَ بِهِ لِضَوْئِهِ وَلَمَعَانِهِ"
(Dinamakan begitu karena cahaya dan kilaunya).

Bukti dari Syair dan Peribahasa:

Ibnu Faris dalam Maqayis al-Lughah (2/256) mengutip syair Al-Hudhali yang bilang kalau mutiara itu kayak punya air yang "يَمُوجُ" (bergelombang) di dalamnya. Keren ya, batu namun terkesan kayak ada ombaknya!

Ibnu Manzur dalam Lisan al-‘Arab (1/150) kasih contoh peribahasa:

"لَا آتِيكَ مَا لَأْلَأَتِ الْفُورُ بِأَذْنَابِهَا"
(Aku nggak akan datang ke kamu selama kijang masih mengibaskan ekornya).

Nah, gerakan ekor kijang yang lincah (لَأْلَأَتِ) ini dianggap mirip sama kilauan mutiara yang "hidup".

Nyambung sama Sains Modern:

Istilah "تَلَأْلُؤ" (tala'lu') yang artinya kilau yang "مُضْطَرِب" (bergetar), ternyata pas banget sama penjelasan ilmiah soal iridescence (perubahan warna saat kena cahaya).

Kamus Al-Wasit (2/810) menjelaskan:

"(لألأ) النَّجْمُ أَوِ الْبَرْقُ: لَمَعَ فِي اضْطِرَابٍ"
(Bintang atau kilat: bersinar dengan getaran/kedipan).

Kata "فِي اضْطِرَابٍ" ini menggambarkan cahaya mutiara yang dinamis banget.


Kesimpulan:

Kenapa disebut "لُؤْلُؤ"? Karena:

  • Gampang dikenali dari kilaunya (لَمَعَانٌ).
  • Cahayanya itu terasa "حَي" (hidup), "مُضْطَرِب" (bergetar), dan "يَلْعَبُ" (bermain) kayak air di dalam benda bening.
  • Karena mutiara itu "تَلَأْلَأُ" (bersinar goyang), ya dinamakan "لُؤْلُؤ".

Intinya, penamaan ini bukti kalau orang Arab dulu itu teliti banget kalau melihat sesuatu. Mereka berhasil merangkum keindahan fisik mutiara ke dalam satu kata yang ilmiah sekaligus puitis.

Wallahu a'lam.....
Kalau kamu suka baca teks arabnya, Fushahflow sertakan juga ya....
Sekalian jadi referensi penyusunan ini juga.

Semoga bermanfaat, barakallah fikum......