Kenapa rendaman anggur namanya Nabidz (النَّبِيذ)?

Kenapa Minuman dari Anggur Namanya "Nabidz"?

Pernah kepikiran, kenapa rendaman anggur namanya Nabidz (النَّبِيذ)? Padahal kalau kita bongkar akarnya, (ن ب ذ) artinya "melempar" atau "membuang".

Biar nggak gagal paham, yuk kita bongkar. Cekidot!

1. Filosofi "Cemplung-able"

Ibn al-Anbari dalam kitabnya az-Zahir (1/182) ngejelasin, penamaan ini murni karena proses praktis pas bikinnya.

قَالَ أَهْلُ اللُّغَةِ: إِنَّمَا سُمِّيَ النَّبِيذُ نَبِيذًا لِأَنَّهُ مَنْبُوذٌ فِي الظَّرْفِ. أَيْ طُرِحَ فِي ظَرْفِهِ وَأُلْقِيَ.
"Pakar bahasa bilang: Disebut Nabidz karena 'dilempar' (manbudz) ke dalam wadah. Maksudnya, dicemplungkan dan diletakkan di sana."

Secara tata bahasa (morfologi), ini adalah perubahan dari bentuk pasif Manbudz (yang dilempar) menjadi Nabidz. Contohnya sama kayak:

  • · Maqtul (مَقْتُول) jadi Qatil (قَتِيل) = Orang yang terbunuh.
  • · Majruh (مَجْرُوح) jadi Jarih (جَرِيح) = Orang yang terluka.

→ Nabidz ini sama dengan pola dalam bahasa Arab yang disebut shighah mubalaghah atau bentuk intensif, menunjukkan bahwa proses "melempar" itu memang disengaja dan menghasilkan sesuatu yang baru.

2. Bukan Dibuang ya, akan tetapi "Dibiarkan Berproses"

Al-Fayyumi dalam al-Misbah al-Munir (2/590) ngasih penjelasan:

سُمِّيَ النَّبِيذُ لِأَنَّهُ يُنْبَذُ أَيْ يُتْرَكُ حَتَّى يَشْتَدَّ.
"Dinamakan Nabidz karena 'dibiarkan' (setelah dilempar) sampai karakternya menguat (terfermentasi)."

Di sini makna "lempar" melebar jadi "melepas" atau "membiarkan". Ada jarak. Ada waktu. Ada proses.

Secara ilmiah, fermentasi memang proses mikroorganisme memecah gula jadi senyawa lain. Kurma atau anggur yang direndam itu berubah komposisinya.

Takeaway Buat Kita?

Di bahasa Arab, satu kata itu ada "rekaman" aksi dan waktunya. Nabidz nama menu minuman, yang storyline-nya tentang sesuatu yang dicemplungin, didiamin, terus bertransformasi.

Awalnya mungkin kedengaran negatif, kan? Akar kata ن ب ذ itu artinya "ngebuang". Tapi coba deh liat secara sains, ini adalah proses fermentasi dari gula yang ketemu mikroorganisme, komposisinya berubah, dan karakternya jadi makin kuat. Bahasa dan sains di sini vibes-nya sinkron banget kan?

Hidup kita pun polanya sering banget kayak gitu. Trust the process.

Terus pesan moral buat kita?

Nggak semua yang kita "lepas" itu artinya hilang kok. Ada hal-hal dalam hidup yang emang butuh waktu buat "direndam" dulu. Entah itu ide gila kamu, rencana, atau bahkan doa-doa yang belum kejadian.

Coba deh "cemplungin" bentar, terus biarin waktu yang kerja. Kadang yah... perubahan itu nggak akan muncul kalau kamu aduk-aduk terus atau kamu overthink-in tiap detik.

Wallahu a'lam,
Semoga bermanfaat,
Barakallah Fikum.....

Posting Komentar

0 Komentar