Kenapa Sih Ulama Disebut "Rabbani"?

Pernah dengar istilah Alim Rabbani? Gelar ini bukan cuma buat gaya-gayaan atau sekadar "orang pinter". Ada filosofi di baliknya yang diambil dari kitab-kitab turats.

Yuk, kita breakdown!

1. Bukan Cuma Pinter Ya?

Menurut Al-Baghawi dalam Syarh as-Sunnah (1/283), ulama disebut Rabbani karena mereka nggak membiarkan ilmu itu nganggur.

قِيلَ: سُمِّيَ الْعُلَمَاءُ رَبَّانِيِّينَ، لِأَنَّهُمْ يُرَبُّونَ الْعِلْمَ، أَيْ: يَقُومُونَ بِهِ.
"Katanya: Ulama disebut Rabbaniyyun karena mereka 'menumbuhkan' ilmu, alias mereka yang bener-bener ngejalanin dan ngejaga ilmu itu."

Ternyata, kuncinya ada di aksi (يَقُومُونَ بِهِ). Kalau cuma jago teori dan nggak ada gerak, belum masuk kategori ini.

2. Filosofi Kata "Rabb"-nya?

Kata dasarnya itu ر ب ب. Di bahasa Arab, kalau kamu ngurusin sesuatu dari awal sampai beres dan makin bagus, kamu udah bisa dibilang "Rabb" buat urusan itu. Al-Baghawi menjelaskan:

يُقَالُ لِكُلِّ مَنْ قَامَ بِإِصْلَاحِ شَيْءٍ وَإِتْمَامِهِ: قَدْ رَبَّهُ، يَرُبُّهُ، فَهُوَ رَبٌّ لَهُ.
"Siapa pun yang memperbaiki dan menyempurnakan sesuatu sampai tuntas, dia disebut 'Rabb' (pengurus) bagi hal itu."

Filosofi ini juga dipakai Al-Qadhi 'Iyadh dalam at-Tanbihat (2/689):

وَكُلُّ مَنْ قَامَ عَلَى شَيْءٍ وَأَصْلَحَهُ فَقَدْ رَبَّهُ.
"Setiap orang yang mengurus sesuatu dan memperbaikinya, maka dia telah rabba-nya (mengurusnya)."

Intinya, Rabbani itu sifatnya problem solver dan caretaker.

3. Edukasi yang Enggak "Sok Asik"?

Ulama Rabbani itu tahu cara sharing ilmu yang enak. Nggak langsung kasih materi yang bikin otak berasap, namun pelan-pelan dari dasar banget. Al-Baghawi bilang:

وَقِيلَ: سُمُّوا الرَّبَّانِيِّينَ، لِأَنَّهُمْ يُرَبُّونَ الْمُتَعَلِّمِينَ بِصِغَارِ الْعُلُومِ قَبْلَ كِبَارِهَا.
"Disebut Rabbani karena mereka mendidik murid-muridnya mulai dari ilmu yang simpel-simpel dulu sebelum masuk ke materi yang berat."

Ibaratnya, kalau mau jadi pro, ya harus belajar basic-nya dulu. Rabbani itu mentor yang sabar banget nuntun dari nol.

4. Kenapa Ada Tambahan "Alif & Nun" (ـاني)?

Kenapa nggak disebut "Rabbi" saja? Nah, tambahan huruf ـاني di belakang itu tujuannya buat Hyperbole atau penguatan makna (mubalaghah).

وَزِيدَتِ الْأَلِفُ وَالنُّونُ لِلْمُبَالَغَةِ فِي النِّسْبَةِ، كَمَا يُقَالُ: لِحْيَانِيٌّ.
"Tambahan alif dan nun itu buat menunjukkan totalitas, kayak nyebut orang yang jenggotnya tebel banget (Lihyani)."

Jadi ya... Rabbani itu artinya orang yang banget-banget dalam ngurusin ilmu dan umat. Sudah jadi identitas yang nempel permanen.

5. Jangan Tertukar Antara Rabb Allah vs Rabb Makhluk?

Meski manusia bisa disebut "rabb" dalam konteks terbatas (kayak rabbul bait / kepala rumah tangga), tetap ada bedanya sama Tuhan. Al-Harawi dalam Al-Gharibayn (3/698) ngingetin:

وَاللَّهُ رَبُّ الْأَرْبَابِ، يَمْلِكُ الْمَالِكَ وَالْمَمْلُوكَ، وَكُلُّ رَبٍّ سِوَاهُ غَيْرُ خَالِقٍ وَلَا رَازِقٍ.
"Allah itu Rabb-nya para 'rabb'. Dia yang punya si pemilik maupun yang dimiliki. Rabb selain Allah itu nggak bisa menciptakan apa-apa dan nggak bisa memberi rezeki."

6. Kasta Tertinggi dalam Ilmu?

Gelar Rabbani ini mahal banget. Bahkan saat sahabat Ibnu 'Abbas meninggal, orang-orang bilang:

مَاتَ رَبَّانِيُّ هَذِهِ الْأُمَّةِ
"Telah wafat orang yang paling Rabbani di umat ini."

Kenapa? Karena seperti kata Abu 'Ubaid:

الرَّبَّانِيُّونَ الْعُلَمَاءُ بِالْحَلَالِ وَالْحَرَامِ
"Rabbaniyyun itu adalah mereka yang bener-bener ahli dalam urusan halal dan haram."

Kesimpulan Singkatnya...?

Seseorang layak disebut Rabbani kalau dia pegang prinsip:

كُلُّ مَنْ قَامَ بِإِصْلَاحِ شَيْءٍ وَإِتْمَامِهِ فَقَدْ رَبَّهُ.
"Siapa yang merawat sesuatu sampai sempurna, dialah pengurus (rabb) bagi perkara itu."

Ulama Rabbani adalah mereka yang nggak cuma baca kitab, tapi "menghidupkan" kitab itu buat bimbing kita semua. Mereka juga yang mengamalkan firman Allah:

﴿كُونُوا رَبَّانِيِّينَ﴾
"Jadilah kalian orang-orang Rabbani." (QS. Ali 'Imran: 79)

Wallahu a‘lam.
Semoga bermanfaat, barakallah fikum.....